Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
By Yusuf Nugraha | 0 comment

Read more...
By Yusuf Nugraha | 0 comment

Synyster Gates Guitar Solo 

Slash Solo 

Avenged Sevenfold

Read more...
By Yusuf Nugraha | 0 comment

Makanan yang digoreng rasanya memang lebih menggoyang lidah. Tak heran kalau kebanyakan jenis lauk yang Anda konsumsi biasanya digoreng dulu. Karena sering masak gorengan, mungkin Anda jadi jarang mengganti minyak goreng. Banyak penjual gorengan juga biasanya tidak mengganti minyak goreng yang sudah dipakai, bahkan sampai berhari-hari lamanya. Padahal minyak jelantah, atau minyak goreng yang tidak diganti untuk menggoreng sangat berisiko buat kesehatan.

Apakah kalian tahu akibat dari makanan yang di goreng menggukan jelantah?


Hasil gambar untuk wallpaper minyak kelapa hd

1. Infeksi bakteri

Minyak yang sudah dipakai berkali-kali akan jadi sarang untuk perkembangbiakan berbagai jenis bakteri. Salah satunya yaitu Clostridium botulinum, bakteri penyebab penyakit botulisme. Bakteri-bakteri tersebut akan makan dari partikel dan remah-remah sisa gorengan yang ada di panci atau minyak. Maka, menggoreng dengan minyak bekas pun akan membuat Anda lebih rentan kena infeksi bakteri.

2. Meningkatkan risiko kanker

Selain bakteri, minyak jelantah juga jadi sumber radikal bebas. Radikal bebas akan ikut terserap ke dalam makanan yang digoreng dan masuk ke dalam tubuh Anda. Di dalam tubuh, radikal bebas akan menyerang sel-sel dalam tubuh dan menjadi karsinogen, yaitu penyebab kanker.
Semakin sering Anda menggoreng dengan minyak jelantah, makin banyak pula radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan mutasi gen. Sel dalam tubuh Anda pun lebih rentan berubah jadi sel kanker.

3. Meningkatkan risiko penyakit degeneratif

Menurut penelitian oleh para ahli dari University of the Basque Country di Spanyol, minyak jelantah mengandung senyawa organik aldehid. Senyawa ini diketahui bisa berubah menjadi karsinogen dalam tubuh Anda. Selain itu, aldehid juga bisa memicu penyakit degeneratif kronis. Misalnya penyakit jantungpenyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson.

4. Kelebihan berat badan atau obesitas

Bahaya minyak jelantah yang sering tak disadari adalah kadar kalori dan lemak trans yang akan semakin meningkat. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Food Chemistry tahun 2016, minyak zaitun yang sebelum digoreng tidak mengandung lemak trans pun akhirnya akan mengeluarkan lemak trans juga setelah dipakai menggoreng berkali-kali.
Kalori dan lemak trans yang berlebihan akan memicu kelebihan berat badan, bahkan sampai obesitas. Obesitas sendiri bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti diabetes dan penyakit jantung.  

Tips menggoreng agar lebih sehat

Tenang, bukan berarti Anda tidak boleh makan gorengan sama sekali. Anda boleh menggoreng tapi usahakan untuk selalu pakai minyak baru. Namun, jika benar-benar terpaksa, Anda boleh menggoreng sekali lagi dengan minyak yang sudah terpakai. Supaya Anda bisa menghindari berbagai bahaya minyak jelantah, simak tips-tips sehat saat menggoreng berikut ini.
1. Disaring dulu. Sebelum menggoreng lagi, saring remah-remah dan ampas hitam yang biasanya ada di dasar penggorengan. Makin banyak sisa remah dan ampas, tambah banyak pula kalori dan lemak yang ikut terlepas saat menggoreng.
2. Jangan terlalu panas. Usahakan agar minyaknya tidak lebih panas dari 190º Celsius. Anda bisa pakai termometer khusus masak untuk mengukur suhunya.
3. Matikan api kalau sudah matang. Jangan biarkan minyak dipanaskan terlalu lama karena struktur kimianya akan makin cepat berubah.
4. Simpan minyak di tempat yang dingin dan tertutup. Setelah menggoreng pertama kali, tutup penggorengan sampai minyaknya agak dingin. Lalu pindahkan ke wadah khusus yang tertutup dan simpan dalam suhu ruangan.
Read more...
By Yusuf Nugraha | 0 comment


Gambar terkait

Beberapa Penyebab Umum Muntah

Gejala mual sendiri dianggap tidak menyakitkan, namun akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman di dada, perut bagian atas, dan di belakang tenggorokan. Sensasi mual sendiri sebenarnya berpusat di otak yang kemudian direspons dengan muntah oleh tubuh. Hanya saja, karena banyaknya rangsangan yang bisa menyebabkan mual, maka tidak mudah untuk menentukan penyebab mual yang berkepanjangan.
Mual yang biasanya diikuti oleh muntah bisa diakibatkan oleh hal-hal yang bersifat psikologis dan fisik. Terkait penyebab berupa masalah fisik, mual bisa saja disebabkan oleh masalah di otak atau saluran pencernaan bagian atas. Organ-organ yang terletak di saluran pencernaan bagian atas adalah kerongkongan, lambung, usus kecil, pankreas, dan kantung empedu. Selain organ pada sistem pencernaan, mual juga bisa muncul akibat penyakit yang menimpa organ di luar sistem tersebut.
Beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan gejala mual pada seseorang antara lain:
  • Diare
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Perut penuh gas
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Efek samping minum obat
  • Kehamilan
  • Mabuk laut
  • Infeksi virus
  • Keracunan zat alkohol

Cara Menghilangkan Rasa Mual Tanpa Obat

Untuk menghilangkan rasa mual yang mendera, ada beberapa cara yang direkomendasikan untuk dilakukan. Beberapa cara tersebut antara lain:
  • Minum air
Jika seseorang mengalami gejala mual, sebaiknya berikan dia cairan bening selama 24 jam pertama. Beberapa cairan bening yang direkomendasikan adalah air putih, kaldu bening, minuman olahraga, es mambo, dan jeli. Tujuan dari pemberian cairan ini adalah untuk menghindari dehidrasi. Selain itu, penting untuk mengistirahatkan perut selama proses pemberian cairan ini.
Meski begitu, disarankan untuk jangan terlalu banyak memberi cairan dalam satu waktu agar perut tidak mengalami perenggangan. Jumlah cairan yang bisa ditolerir oleh perut adalah 30-60 ml tiap 10-15 menit. Jika hal ini terjadi pada bayi dan anak-anak, maka jumlahnya sepertiga dari 30 ml. Perhatikanlah bahwa perenggangan perut justru berpotensi menyebabkan mual memburuk.
  • Diet makanan tertentu
Cara menghilangkan mual bisa dilakukan dengan menjalani diet makanan tertentu. Adapun makanan yang biasanya digunakan adalah pisang, nasi, saus apel (applesauce), dan roti panggang. Hal ini terutama diberikan kepada  mereka yang mengalami mual dan sedang menjalani masa pemulihan infeksi saluran cerna.
Pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang dipilih karena makanan ini mudah dicerna dan bisa diterima oleh mayoritas orang. Namun, diet makanan ini bersifat rendah protein, lemak, dan serat sehingga tidak ideal untuk dijadikan diet jangka panjang jika dilihat dari segi keseimbangan gizinya. Diet ini juga sebaiknya tidak dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan.
  • Minum ramuan teh jahe
Selain cara di atas, menikmati teh yang dicampur jahe kemungkinan bisa meredakan mual. Jahe sendiri sudah lama dipakai untuk mengobati mual yang disebabkan oleh kemoterapi dan operasi. Orang dewasa pada umumnya diperbolehkan untuk menikmati 4-6 cangkir teh jahe per hari.  Namun, meski teh jahe dianggap aman bagi ibu hamil yang juga rentan mengalami mual, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan usahakan untuk meminumnya tidak lebih dari 1-2 cangkir sehari
bila hal tersebut masih belum efektip sebaiknya kalian segera periksa ke dokter
thank you
Read more...
By Yusuf Nugraha | 0 comment

Nah kawan kali ini kita akan membahas tetntang alat yang sesalu bersama kita yaitu hp,seperti yang kita ketahui di zaman sekarang hp sudah tidak asing lagi bagi kita terutama pelajar dan anak anak. Baik kita akan membahas apa itu radiasi?
Gambar terkait
Radiasi handphone adalah energi yang berpindah melalui ruang dalam bentuk gelombang atau partikel. Hal ini terjadi secara alami dan selalu terjadi di sekitar kita. Beberapa ahli mengatakan radiasi dalam skala kecil merupakan hal yang baik dalam ilmu kedokteran untuk memerangi dan mendiagnosis beberapa penyakit. Jenis radiasi handphone yang dipancarkan dari HP adalah radiasi elektromagnetik. Saat berbicara melalui telepon seluler, pemancar menerima bunyi dari suara dan mengkodekannya ke dalam gelombang sinus tanpa henti. Gelombang sinus merupakan jenis dari gelombang berubah-ubah yang tanpa henti memancar keluar dari antena dan berfluktuasi dengan datar melalui angkasa.

-dampak radiasi
1. Kanker Otak
World Health Organization (WHO) mengungkapkan radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform. Penelitian dilakukan oleh tim yang terdiri dari 31 ilmuwan dari 14 negara, termasuk Amerika Serikat, menemukan cukup bukti untuk mengkategorikan radiasi ponsel sebagai sejenis zat berbahaya bagi manusia. Mereka menemukan bukti peningkatan glioma dan peningkatan resiko kanker otak akustik neuroma bagi pengguna ponsel.

2. Risiko Pada Anak
Laporan dari International EMF (Electromagnetic Field) Collaborative yang ditulis kelompok peneliti internasional pernah mengakui adanya kemungkinan munculnya kanker akibat terstimulasi penggunaan ponsel, terlebih bagi anak-anak. "Kami menyarankan perhatian yang lebih besar bagi anak-anak yang memakai ponsel karena jaringan otak mereka masih dalam tahap perkembangan," ujar Terry Svain dari Occupation and Environmental Cancer Committee.

3. Risiko Terhadap Ibu Hamil
Para peneliti di Yale University mempelajari efek radiasi yang dihasilkan dari perangkat genggam dengan melakukan percobaan kepada tikus yang sedang hamil. Studi ini untuk menentukan mengenai kemungkinan cacat perkembangan bagi bayi yang terkena paparan radiasi ponsel cukup lama.

Setelah melakukan sejumlah penelitian, kesimpulan sementara adalah paparan radiasi pada ponsel dalam jangka tertentu ternyata dapat menyebabkan bayi yang lahir mengalami dampak negatif pada otak, dan besar terkena risiko ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). ADHD sendiri merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktifitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.

4. 'Membunuh' Sperma
Para pakar di pusat kesehatan Cleveland Clinic, Amerika Serikat memaparkan, produksi sperma pada pria terpengaruh oleh frekuensi pemakaian ponsel. Semakin lama pria memakai ponsel, semakin besar kemungkinan produksi sperma mengalami gangguan. Kesimpulan tersebut diambil dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal 'Fertility and Sterility'.

-tips untuk mengurangi radiasi pada ponsel

1. Gunakan Headset
Inilah cara yang paling mudah untuk menangkal ancaman radiasi ponsel. Tentu saja, kita tidak bisa menolak untuk menerima panggilan telepon. Namun jika Anda masih khawatir, ada baiknya menggunakan headset. Intinya adalah telepon genggam Anda, tidak terlalu dekat dengan otak.

2. Kurangi Bluetooth dan Headset Wireless
Menggunakan headset bisa menjadi pilihan untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun ingat, pilih headset yang konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan ponsel. Jangan menggunakan headset wireless. Fitur bluetooth di ponsel juga jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya.

3. Speakerphone
Menggunakan speaker ketika bertelepon juga bisa menjadi pilihan. Namun tentu saja, ada rasa kurang nyaman ketika hal ini dilakukan di tempat publik. Tapi setidaknya, Anda tidak harus menempelkan ponsel di kepala ketika bertelepon. Jadi pilihan ini mungkin bisa digunakan ketika Anda tengah berada di tempat privat seperti di rumah.

4. Gunakan Casing Penahan Radiasi
Kekhawatiran radiasi ponsel belakangan memunculkan casing berkemampuan khusus yang diklaim bisa meminimalisir hantaran radiasi yang berasal dari ponsel. Jika dirasa diperlukan, mungkin Anda bisa mencarinya di pertokoan.

5. Sudut Ruangan
Hindari menerima telepon di sudut ruangan. Sudut ruangan yang biasanya sepi namun di sisi lain terkadang juga menjadi tempat di mana sinyal telepon menjadi lemah. Nah, sinyal yang lemah justru dikatakan memicu radiasi yang lebih tinggi. Hal ini berlaku pula di area yang sempit/kecil seperti lift.

6. Jangan Selalu Menempel
Ponsel yang Anda gunakan boleh saja menjadi gadget kesayangan, namun untuk kesehatan yang lebih baik, ada baiknya Anda jangan selalu nempel dengan ponsel tersebut. Ponsel yang tidak digunakan direkomendasikan ditaruh di tas atau di atas meja. Hal ini dikatakan lebih baik ketimbang ditempatkan di kantong celana.

7. Diam di Tempat Kala Menelepon
Ketika menerima telepon sebaiknya Anda tidak berjalan-jalan. Pasalnya, dalam keadaan bergerak maka sinyal ponsel akan terus mencari pancaran sinyal yang kuat dari base transceiver station (BTS). Aktivitas ini justru akan menguatkan radiasi.

8. Gunakan Dua Telinga
Hindari penggunaan satu bagian telinga ketika bertelepon. Misalnya, selalu menerima telepon dengan telinga bagian kiri saja. Menurut para ahli, hal ini justru tidak baik. Manfaatkan kedua telinga Anda untuk meminimalisir radiasi yang terpancar.

saran dari saya sederhana jangan terlalu berlebihan menggunakan hp. thank telah berkunjung semoga bermanfaat
Read more...
By Yusuf Nugraha | 0 comment

Gambar terkaitPengertian Penyakit Asam Lambung

       Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus. Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Penyakit asam lambung merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di masyarakat terutama seorang siswa

Penyebab Naiknya Asam Lambung atau GERD


    Penyakit asam lambung atau GERD pada umumnya disebabkan oleh tidak berfungsinya lower esophageal sphinchter (LES). LES adalah lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di lambung agar tidak naik kembali ke esofagus.Jika LES menjadi longgar dan tidak menutup dengan baik, asam lambung bisa keluar dari perut dan menyebabkan penyakit asam lambung. Penyebab penyakit asam lambung biasanya terkait dengan faktor keturunan, stres, konsumsi obat-obat tertentu, kelebihan berat badan, hiatus hernia, keadaan hamil, gastroparesis, atau konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak.
Gejala GERD yang dirasakan adalah sensasi terbakar di bagian dada atau nyeri ulu hati. Akibatnya, kita akan merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan.
Mulut serta kerongkongan juga akan terasa tidak enak. Kita juga akan mengalami rasa sakit dan kesulitan menelan makanan. Perawatan serius akan diperlukan jika gejala GERD muncul secara terus-menerus.

Diagnosis Asam Lambung atau GERD

   Untuk melakukan diagnosis penyakit asam lambung atau GERD, dokter cukup menanyakan gejala-gejala yang Anda alami. Penelitian lebih lanjut untuk memastikan diagnosis bisa dilakukan melalui prosedur endoskopi.
      Endoskopi sendiri menggunakan alat yang disebut endoskop, sebuah tabung fleksibel panjang dengan lampu dan kamera pada bagian ujungnya. Alat ini akan dimasukkan melalui mulut untuk melihat penyebab naiknya asam lambung dan jika ada luka di dinding esofagus.

Pengobatan Asam Lambung atau GERD

          Pengobatan penyakit asam lambung memiliki tahapan. Cara awal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengganti menu makanan, yaitu beralih ke makanan-makanan yang rendah lemak, tidak terlalu asin, maupun terlalu pedas. Tapi ketika perubahan menu makanan tidak berhasil, obat-obatan akan digunakan untuk meredakan gejala yang dirasakan. Bagi penderita yang mengalami penyakit asam lambung secara kambuhan, dokter kemungkinan akan meresepkan obat untuk jangka panjang.Jika langkah-langkah pengobatan di atas masih belum berhasil mengatasi GERD, prosedur operasi kemungkinan akan dipertimbangkan dan disarankan oleh dokter.

Komplikasi Akibat Asam Lambung atau GERD

        Komplikasi yang paling sering terjadi akibat penyakit asam lambung adalah esofagitis. Esofagitis adalah peradangan atau inflamasi pada dinding esofagus atau kerongkongan. Pada kasus esofagitis yang parah, penderita akan kesulitan menelan karena munculnya tukak. Tukak terbentuk ketika lapisan dinding esofagus tererosi sehingga menjadi luka. Pada kasus yang lebih parah lagi, bisa terjadi kanker esofagus.

Gejala Penyakit Asam Lambung

Ketika asam lambung naik, jaringan dinding kerongkongan dan mulut akan teriritasi oleh asam lambung. Berikut ini adalah gejala-gejala yang paling umum dialami oleh penderita penyakit asam lambung:
  • Refluks asam lambung atau regurgitasi. Asam di dalam perut akan kembali ke kerongkongan dan juga mulut sehingga muncul rasa asam dan pahit.
  • Sensasi terbakar di dada atau nyeri ulu hati. Kondisi ini dirasakan pada tulang dada akibat asam lambung yang naik ke esofagus. Rasa nyeri akan terasa lebih kuat setelah makan dan saat membungkuk.
Selain gejala di atas, ada juga beberapa gejala lain yang mungkin dialami, di antaranya:
  • Merasa seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongan saat menelan.
  • Laringitis (peradangan pada laring atau pita suara yang menyebabkan tenggorokan sakit dan suara menjadi parau).
  • Batuk kering tanpa henti, terutama di malam hari.
  • Sakit dada.
  • Mengi.
  • Kesulitan dan nyeri saat menelan.
  • Gigi menjadi rusak.
  • Kembung dan bersendawa.
  • Bau napas tidak sedap.
  • Peningkatan jumlah air liur secara tiba-tiba.
Penyakit asam lambung ringan yang terjadi satu atau dua kali dalam sebulan biasanya tidak memerlukan intervensi dokter. Ini bisa diatasi dengan mengubah menu makanan dan mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran ketika gejalanya muncul. Namun untuk gejala yang lebih parah dan sering terjadi, dianjurkan untuk menemui dokter dan menanyakan tentang obat atau penanganan yang lebih tepat. Konsumsilah obat sesuai dengan dosis dan aturan pakai.

Penyebab Penyakit Asam Lambung

Penyakit asam lambung umumnya disebabkan oleh lower esophageal sphinchter (LES) yang tidak berfungsi dengan baik. LES adalah lingkaran otot pada bagian bawah esofagus yang berfungsi sebagai ‘penjaga gerbang’. Ketika sedang makan, otot LES akan rileks dan membiarkan makanan masuk ke dalam lambung. Setelah makanan lewat, otot LES akan menjadi tegang dan menutup agar asam lambung dan makanan tidak naik kembali dari lambung ke esofagus atau kerongkongan.
Pada penderita penyakit asam lambung, LES mengalami kelemahan. Akibatnya, asam lambung bisa lolos dan naik kembali ke esofagus. Penderita akan merasakan nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di dada dan perut menjadi terasa tidak enak.
Walau belum diketahui pasti kenapa LES melemah, ada beberapa faktor risiko yang diduga terkait dengan kondisi ini. Yang pertama adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Orang yang berbadan gemuk memiliki tekanan yang lebih tinggi di dalam lambungnya dibandingkan dengan orang yang berat badannya ideal. Tekanan yang tinggi ini diduga melemahkan otot LES.
     Faktor yang kedua adalah terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak. Makanan berlemak memerlukan waktu pencernaan lebih lama di dalam perut sehingga asam lambung yang diproduksi akan lebih banyak dan risiko untuk naik kembali ke esofagus juga lebih tinggi.
      Faktor yang ketiga adalah terlalu banyak mengonsumsi kopi, cokelat, atau alkohol, serta suka merokok. Unsur-unsur ini membuat otot LES menjadi rileks sehingga asam lambung dapat naik ke kerongkongan.
     Faktor yang keempat adalah kehamilan. Orang yang sedang hamil akan mengalami perubahan hormon, inilah yang bisa melemahkan LES. Selain itu akan terjadi peningkatan tekanan pada perut.
    Lalu faktor yang kelima adalah menderita hiatus hernia. Ini adalah kondisi ketika sebagian dari lambung terdorong hingga melewati diafragma. LES melemah pada penderita hernia hiatus. Faktor stres juga berperan dalam membuat LES menjadi lemah.
    Selain itu, penderita diabetes juga lebih berisiko menderita penyakit asam lambung. Kadar gula yang tinggi merusak saraf yang mengendalikan otot perut. Akibatnya, makanan tinggal di dalam perut lebih lama sebelum berlanjut ke usus halus. Kondisi ini memberi asam lambung kesempatan untuk naik ke kerongkongan.
     Selain faktor-faktor di atas, obat-obatan juga bisa memberi dampak kepada melemahnya otot LES. Terhadap penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi, pemberian obat penghambat kalsium (calcium-channel blockers) bisa menjadi salah satu langkah pengobatan. Obat ini bisa melemahkan sistem kerja LES. Selain itu, nitrat yang dipakai untuk mengobati angina juga dapat melemahkan LES.

Diagnosis Penyakit Asam Lambung

    Untuk mengetahui apakah Anda menderita penyakit asam lambung atau GERD, dokter cukup menanyakan gejala-gejala yang dialami dan dia bisa menentukan diagnosisnya.
    Tes lebih lanjut hanya dianjurkan jika Anda merasakan sakit atau kesulitan saat menelan, serta jika gejala tidak mereda setelah mengonsumsi obat-obatan.Tes lanjut dilakukan untuk memastikan gejala yang terjadi bukan karena penyakit lain seperti sindrom iritasi usus besar atau IBS.
     Berikut ini beberapa tes lanjutan yang mungkin akan disarankan dokter untuk memeriksa penyakit asam lambung atau GERD.
  • Manometri. Tes ini dilakukan untuk memeriksa fungsi otot LES.
  • Endoskopi. Pemeriksaan memakai alat endoskop untuk memastikan diagnosis GERD dan juga untuk melihat apakah ada dinding esofagus yang rusak karena asam.
  • Pemantauan keasaman di esofagus. Pengukuran pH atau keasaman di esofagus perlu dilakukan jika hasil endoskopi belum bisa memastikan adanya penyakit GERD. Diagnosis GERD dapat dipastikan jika pH di esofagus terbukti naik drastis setelah waktu makan.
  • Tes darah. Kadang tes darah akan dilakukan dokter untuk mengecek munculnya kondisi anemia yang menjadi tanda terjadinya perdarahan internal.
  • Tes barium. Tes ini bertujuan untuk memeriksa jika ada hambatan atau masalah pada saat menelan makanan atau minuman. Tes ini bisa menunjukkan jika ada masalah pada otot saluran pencernaan saat sedang menelan. Barium adalah zat kimia aman dan tidak beracun yang bisa terlihat dengan jelas oleh sinar X. Larutan barium akan diminum, lalu dilakukan pemindaian sinar X untuk mengetahui masalahnya.

Pengobatan Penyakit Asam Lambung

     Pengobatan penyakit asam lambung atau GERD ada berbagai macam. Dimulai dari penanganan sendiri oleh penderita, penggunaan obat-obatan khusus, hingga melalui prosedur operasi sebagai langkah terakhir.
Berikut ini adalah beberapa hal yang penderita bisa lakukan untuk meredakan gejala GERD:
  • Menurunkan berat badan jika diperlukan.
  • Makan dalam porsi kecil tapi lebih sering.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan
  • Hindari cokelat, tomat, makanan berlemak, dan pedas.
  • Hindari minum alkohol dan kopi.
  • Berhenti merokok.
  • Tidur dengan bantal yang agak tinggi untuk mencegah naiknya asam lambung ketika sedang berbaring.
  • Hindari stres.
  • Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat.

Obat-obatan Untuk Mengatasi Asam Lambung atau GERD

Antasida
     Antasida bisa dibeli di apotek secara langsung. Antasida berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Tidak disarankan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat lain karena dapat berdampak pada tingkat penyerapan obat lain. Obat ini juga bisa meredakan rasa sakit akibat tukak.
Alginat
      Obat ini dikonsumsi tepat setelah makan. Alginat berfungsi melindungi dinding perut dan esofagus atau kerongkongan dari iritasi asam lambung yang berlebihan. Obat ini bisa dibeli langsung di apotek tanpa resep dokter.
Penghambat reseptor H2 atau H2-receptor antagonist (H2RA)
        Obat ini mengurangi asam lambung dengan cara menghambat efek histamin. Histamin diperlukan tubuh untuk menghasilkan asam lambung. Contoh obat H2RA adalah ranitidine dan nizatidine. Pembelian obat ini biasanya memerlukan resep dokter.
Penghambat pompa proton atau proton-pump inhibitors (PPI)
     Obat ini berfungsi untuk mengurangi produksi asam di dalam perut. Obat ini jarang memberikan efek samping yang berat. Jika pun ada, kondisinya tidak terlalu parah dan bisa berupa konstipasi, pusing, atau diare. Contoh obat PPI adalah omeprazole, lansoprazole dan esomeprazole. Obat ini biasanya membutuhkan resep dari dokter.
Prokinetik
      Obat ini berfungsi mempercepat proses pengosongan perut. Ini berarti makanan dan asam lambung akan lebih cepat masuk ke dalam usus halus sehingga mengurangi kesempatan asam lambung untuk naik ke esofagus. Obat ini tidak disarankan untuk digunakan oleh orang-orang berusia di bawah 20 tahun akibat potensi efek sampingnya. Contok obat prokinetik adalah domperidone dan bethanecol. Obat ini umumnya memerlukan resep dokter.

Penanganan dengan Operasi

      Operasi menjadi langkah penanganan terakhir untuk penyakit asam lambung atau GERD jika penanganan sendiri dan obat-obatan tidak memberikan hasil yang signifikan. Kondisi lain ketika operasi menjadi pilihan untuk dilakukan adalah:
  • Terjadinya peradangan yang parah pada esofagus.
  • Terjadinya penyempitan esofagus sehingga makanan susah turun ke perut.
  • Terjadinya perubahan pada sel esofagus yang disebabkan oleh iritasi asam lambung, sering disebut sebagai esofagus Barrett.
Operasi fundoplikasi Nissen laparoskopi berfungsi mengencangkan LES untuk mencegah naiknya asam lambung ke esofagus. Ini dilakukan dengan membungkus LES dengan bagian atas perut untuk membentuk kerah. Operasi ini biasanya dilakukan dengan cara laparoskopi atau operasi ‘lubang kunci’.
Beberapa teknik pembedahan lain yang dapat dilakukan untuk menangani GERD adalah sebagai berikut:
  • Endoscopic injection of bulking agent. Zat khusus akan disuntikkan dalam bagian tubuh antara perut dan esofagus untuk membuatnya lebih sempit.
  • Endoluminal gastroplication. Lipatan akan dijahit pada bagian bawah otot LES, untuk membatasi lebar bukaan otot tersebut.
  • Endoskopi augmentasi dengan implan hidrogel. Implan berisi gel khusus ditempatkan di antara perut dan esofagus untuk membuatnya lebih sempit.
  • Endoskopi ablasi radiofrekuensi. Balon kecil akan ditaruh di bawah esofagus. Balon kecil itu akan menghasilkan panas untuk membuat esofagus lebih sempit.
  • Laparoscopic insertion of a magnetic bead band (LINX). Cincin magnetik ditanam di sekitar bagian bawah esofagus untuk memperkuat serta membantunya menutup saat tidak menelan.

Komplikasi Penyakit Asam Lambung

       Penyakit asam lambung atau GERD yang berlangsung dalam kurun waktu lama dan tidak ditangani bisa menyebabkan komplikasi. Komplikasi yang terjadi adalah:
  • Luka pada dinding esofagus atau tukak esofagus. Asam lambung bisa mengikis dinding esofagus dengan sangat parah, ini yang menyebabkan luka atau tukak terbentuk. Tukak esofagus bisa berdarah dan menyebabkan munculnya rasa sakit dan kesulitan saat menelan.
  • Penyempitan saluran esofagus. Dinding bagian bawah dari esofagus bisa rusak karena teriritasi asam lambung secara terus-menerus. Iritasi yang terjadi dalam jangka waktu lama ini bisa menyebabkan terbentuknya jaringan tukak di dalam esofagus dan mempersempit saluran yang dilewati oleh makanan.
  • Esofagus Barrett. Perubahan sel-sel pada dinding esofagus bisa terjadi setelah teriritasi asam lambung berulang kali. Kondisi ini disebut Esofagus Barrett dan bisa dianggap sebagai kondisi prakanker. Perubahan sel yang terjadi belum memiliki sifat-sifat kanker. Tapi di kemudian hari, sel-sel ini bisa memicu munculnya sel kanker walau terhitung jarang.
  • Kanker esofagus. Selain akibat GERD yang berkelanjutan, terdapat beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko munculnya kanker esofagus. Risiko akan meningkat jika penderita adalah perokok, peminum alkohol, atau orang yang mengalami obesitas atau kegemukan. Gejala kanker esofagus yang paling umum adalah kesulitan dan rasa sakit saat menelan, serta penurunan berat badan.

Read more...
By Yusuf Nugraha | 0 comment

Gambar terkait

Tips Sederhana untuk Mencapai Hidup yang Lebih Sehat

1. Minum banyak air.

 Sangat disarankan untuk mengonsumsi 8-10 gelas air per hari. Tips yang bisa dilakukan adalah dengan minum segelas air sebelum makan. Kadang-kadang kita tidak benar-benar lapar tetapi hanya dehidrasi.

2. Makan buah-buahan segar.

 Tahukah Anda waktu terbaik makan buah adalah diantara waktu makan atau sebelum makan? Saat makan buah sehabis makan, energi buah hanya akan disimpan tubuh dan tidak digunakan

 3. Cukupi asupan protein.

 Beberapa sumber protein yang sangat baik meliputi ikan, kacang-kacangan, dan daging. Tubuh membutuhkan protein untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak.

 4. Beberapa makanan yang harus dihindari.

 Makanan yang sebaiknya dihindari meliputi kentang, roti putih, oatmeal instan, dan kentang goreng. Alasannya adalah makanan ini akan cepat dipecah tubuh menjadi gula.

 5. Memulai program olahraga secara teratur.

 Jika Anda tidak mempunyai kebiasaan berolahraga mulailah dengan latihan ringan dan perlahan-lahan beranjak ke jenis yang lebih berat.Pilih olahraga yang Anda suka. Saat menikmati suatu jenis olahraga, peluang untuk rutin melakukannya akan semakin besar. Berolaharaga sebaiknya dilakukan 3-5 kali seminggu dengan durasi setidaknya 30 menit.

6. Sertakan sayuran mentah ke dalam makanan harian.

Ahli gizi menyatakan bahwa semakin gelap warna sayuran, maka akan menyediakan kandungan gizi semakin baik. Berkonsentrasilah untuk memilih sayuran berwarna hijau tua, oranye tua, atau ungu tua, serta warna gelap lainnya.
.
7. Makan makanan kecil diantara waktu makan.

Makan setiap dua sampai tiga jam dalam porsi kecil amat dianjurkan, alih-alih langsung dalam porsi besar.
Ini akan membantu tubuh untuk meningkatkan metabolisme alami dan sangat penting untuk mengendalikan berat badan.
Dianjurkan untuk makan snack sehat. Jika Anda menunggu sampai benar-benar merasa lapar mungkin akan terlalu terlambat. Hal ini menyebabkan tubuh masuk ke keadaan puasa.

8. Sertakan asam lemak ke dalam makanan.

Ikan dan biji rami merupakan sumber yang baik untuk asam lemak. Asam lemak dapat berkontribusi untuk menurunkan kadar kolesterol darah.

9. Makan makanan yang tinggi serat.

Makanan kaya serat akan membantu Anda mengontrol kadar kolesterol serta membuat lebih cepat kenyang. Makanan kaya serat dapat dijumpai pada sayuran dan buah-buahan.

10. Konsumsi kacang-kacangan.

Segala macam kacang (almond, kacang tanah, kenari) merupakan sumber asam lemak omega 3.
Asam lemak omega 3 merupakan lemak baik yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, asam lemak juga mampu membuat rambut, kulit, dan kuku tetap sehat.

TERIMA KASIH SUDAH MENGUNJUNGI BLOG SAYA
Read more...